Wednesday, October 22, 2008

Ketika warna tak mampu berbicara


Tadi siang saya kembali mengalami kejadian memalukan yang sebelumnya memang sering terjadi. Tapi hal ini terjadi ditengah-tengah meeting dengan beberapa dewan direksi sebuah perusahaan otomotif terbesar di Indonesia.

Apa sih kejadianya..?

Waktu saya melakukan presentasi menggunakan powerpoint yang dibuat oleh seorang kawan, ada beberapa slide yang menggunakan warna merah, coklat dan hijau yang diartikan sebagai keterangan status project yang sedang berlangsung..

Tiba-tiba saja keringat dingin langsung bercucuran karena saya susah sekali mencerna berbagai macam warna yang tampil dilayar proyektor.. Mana merah mana coklat mana hijau sama sekali ngga bisa saya bedakan..

Huh.. Semua tampak absurd.. Ah sudahlah.. Saya tetap PeDe melakukan presentasi.. (mudah-mudahan apa yang saya jelaskan tidak mengakibatkan salah pemahaman)

Sekilas saya perhatikan selama meeting berlangsung, semua yang hadir menampakkan raut wajah yang agak aneh ketika saya menjelaskan materi yang berkaitan dengan warna status tadi..

Setelah meeting selesai akhirnya saya menyela percakapan sebentar untuk sekedar menanyakan apakah ada kesalahan penjelasan yang tadi saya sampaikan..
Ternyata jawabannya iya.. Ada beberapa penjelasan warna status project yang bikin mereka bingung..!!

Akhirnya dengan polos dan lugu saya mengatakan kepada bahwa saya seorang buta warna..
Sontak semua yang hadir jadi tambah bingung..
Ada yang tertawa ngga percaya, ada yang garuk-garuk kepala, ada yang kayanya mikir-mikir ngga karuan..

Saya sering kali mengalami kejadian konyol dan memalukan yang berhubungan dengan keunikan mata saya yang ngga bisa membedakan warna secara nyata..

Ini kejadian-kejadian konyol yang sering saya alami karena ngga bisa bedain warna :
  • Kalo beli baju pilihan warnanya sering norak, terlalu genjreng katanya.. Karena saya ngga bisa bedain warna-warna kalem..
  • Kalo pake baju & celana warnanya sering ngga nyambung atau ngga matching.. Kaya pake baju warna ijo celananya warna biru.. Akhirnya hampir setiap hari saya pakai celana jeans & kemeja biar ngga pusing mikirin cocok apa engga warnanya..
  • Sering banget ketuker sendal jepit klo pas sholat jumat di masjid.. Berangkat bawa sendal jepit warna merah, eh pulangnya bisa bawa warna coklat atau biru.. Terasanya klo udah dipake, kok beda rasa jepitannya..
  • Susahnya janjian ketemuan sama orang yang selalu bilang: gue pake baju warna merah ya.. Sampe lebaran taun depan juga saya ngga bakalan nemuin tuh orang.. Kecuali di bajunya ada tulisan: warna merah..
  • Sering bablas lampu merah..!! Nah ini paling parah.. Ngga bisa bedain warna merah kuning ijo.. Harusnya lampu merah itu pake tulisan donk.. STOP, ATI-ATI & JALAN TERUSS

I really enjoy what I Feel..
It's make My world so colourfull..

Sunday, October 12, 2008

Profil Social Technographics


Ada 6 segmentasi profil social technographics yang saya kutip dari buku Groundswell yang ditulis oleh Charlene Li dan Josh Bernoff :
  1. Creators : orang-orang yang paling tidak sebulan sekali menulis blognya atau meng-upload video di youtube.
  2. Critics : orang-orang yang biasa memberikan komentar pada blog atau memberikan penilaian secara online terhadap suatu produk.
  3. Collectors : orang-orang yang menyimpan berbagai informasi online pada suatu situs, misalnya menyimpan alamat situs-situs favorit di situs delicious.
  4. Joiners : orang-orang yang punya profil di situs social networking seperti Facebook untuk sekedar menjalin relasi
  5. Spectators : orang-orang yang sekedar membaca blog atau menonton video orang lain.
  6. Inactives : orang-orang yang tidak melakukan aktifitas apapun meskipun sedang online.
Karena saya suka menulis blog, memberi komentar pada blog teman-teman, dan memiliki profil di beberapa situs social networking, maka saya termasuk dalam kategori 1, 2 dan 4.
Terkadang masuk ke dalam Inactives category juga kalo lagi bengong bingung mau ngapain..

Anda termasuk dalam kategori yang mana..?

Friday, October 10, 2008

Music Vs Personality


Selera jenis musik yang disukai oleh masing-masing orang ternyata memiliki keterkaitan dengan kepribadian orang tersebut.

Berikut hasil penelitian yang dilakukan oleh Profesor Adrian North dari Heriot Watt University:
  • Blues : percaya diri, kreatif, outgoing, ramah & tenang
  • Jazz : percaya diri, kreatif, outgoing, & tenang
  • Classic : percaya diri, kreatif, outgoing, tertutup & tenang
  • Rapp : percaya diri & outgoing
  • Opera : percaya diri, kreatif & ramah
  • Country : pekerja keras & outgoing
  • Reggae : percaya diri, kreatif, bukan pekerja keras, outgoing, ramah & tenang
  • Dance : percaya diri, kreatif, outgoing & kurang ramah
  • Indie : kurang percaya diri, kreatif, bukan pekerja keras & kurang ramah
  • Bollywood : kreatif & outgoing
  • Rock/Metal : kurang percaya diri, kreatif, bukan pekerja keras, tidak outgoing, ramah & tenang
  • Pop : percaya diri, tidak kreatif, pekerja keras, outgoing, ramah & tidak tenang
  • Soul : percaya diri, kreatif, outgoing, ramah & tenang
  • Dangdut..???? yang pasti kalo suka musik dangdut suka joged..

Sunday, October 5, 2008

Sebuah Dokumen Sebuah Masa Depan


Entah mengapa malam ini tiba-tiba saja saya membuka membuka kembali sebuah dokumen usang..
Dokumen yang terakhir kali saya baca dan edit tiga tahun yang lalu ini nampak sudah ketinggalan jaman dan memerlukan banyak sekali perubahan..

Dokumen yang akan merubah jalan hidup saya selamanya atau hanya sementara..
Semoga segala sesuatunya akan menjadi lebih baik setelah saya kembali menggunakan sebuah dokumen yang dulu pernah saya hapus dan caci maki..

I'm just goin' where the wind blow..
Thinking about what's in front of me and what I left behind..

Kembali Ke Jakarta



Ke Jakarta Aku Kan Kembali
Walaupun Apa Yang Kan Terjadi

Akhirnya semalam saya sampai juga di Jakarta setelah hampir 1 minggu melakukan ritual tahunan mudik pulang kampung ke Cirebon..

Dari tahun ke tahun, suasana lebaran yang saya alami terasa semakin sangat berarti.. Hal ini karena banyak perubahan yang terjadi pada orang-orang di sekeliling saya maupun apa yang terjadi pada diri saya sendiri..

Yang dulunya masih pada ingusan dan suka main petasan, eh sekarang pulang udah bawa anak & istri.. Pokoknya banyak banget saya menyaksikan proses tumbuh kembang dari keluarga, sahabat dan lingkungan di sekitar saya..

Ibu & Ayah yang dulu masih suka memasak ketupat sendiri menjelang lebaran, kini tidak lagi melakukan hal-hal seperti dulu karena usia yang semakin lanjut.. Nenek di kampung yang usianya tahun ini genap 85 tahun tetap bersemangat menyambut anak, cucu, cicit dan kerabat yang berbarengan mudik ke kampung halaman..

Libur panjang selama satu minggu terasa kurang kalau kita sudah berkumpul & bercengkrama dengan keluarga dan sahabat yang hanya bisa bertemu setahun sekali.. Tapi apa boleh buat, rutinitas pekerjaan & usaha di Jakarta telah menanti dan terus menanti..

Kemarin siang saya berangkat ke Jakarta dari Cirebon melalui Bandung.. Sengaja ingin agak sedikit santai & berwisata kuliner di jalur yang dilalui.. Sepanjang perjalanan alhamdulilah sama sekali ngga kena macet meskipun di TV saya menyaksikan jalan tol Cipularang macet 15KM..

Semoga kebahagiaan dan kehangatan suasana Idul Fitri tahun ini dapat saya rasakan kembali di tahun depan..

Jakarta.. I'm Back..!!


Kembali Ke Jakarta, By Koes Plus

di sana rumahku
dalam kabut biru
hatiku sedih
di hari minggu

di sana kasihku
berdiri menunggu
di batas waktu
yang telah tertentu

ke Jakarta aku kan kembali
walaupun apa yang kan terjadi

pernah kualami
hidupku sendiri
temanku pergi
dan menjauhi

lama kumenanti
ku harus mencari
atau ku tiada
dikenal lagi