Tuesday, March 10, 2009

Melanggar lagi..

0comments
Siang tadi saya kembali melakukan transaksi perdamaian dengan seorang perwira gagah perkasa karena sengaja melakukan pelanggaran lalu lintas di daerah Ngawi. Waktu dalam perjalanan pulang menuju Jakarta, saya menyalip beberapa buah truk barang yang berjalan lambat di tengah-tengah hutan antara daerah Ngawi dan Sragen.

Marka jalan menunjukkan kalau kendaraan tidak boleh melewati garis pembatas karena jalan berliku dan menanjak. Hasrat birahi saya sebagai seorang pembalap kacangan sepertinya ngga bisa ditahan, akhirnya rombongan di belakang pun mengikuti aksi mematikan ini. Di tikungan depan, rombongan polisi berdiri rapih menghadang mobil saya di tengah-tengah jalan mirip pasukan yang mau melaksanakan upacara bendera.

Huh.. I'm doing that mistakes again..

Nego nego & nego..
Akhirnya mahar 20ribu jadi penyelamat rombongan kami untuk 3 mobil..
Beda sama di Jakarta kan..? (Tarifnya..)

Don't judge me by what I'm doing, please...!!

Sunday, March 8, 2009

Harga sebuah kesalahan

0comments
Beberapa hari yang lalu saya melakukan beberapa kesalahan berlalu lintas yang sangat-sangat fatal di jalanan ibukota ketika menuju daerah Cempaka Mas. Akibat kesalahan itu akhirnya seorang Polisi Patroli yang baik hati langsung menilang (bertransaksi) di TKP.

Jadi gini ceritanya:
Di sebuah hari senin, saya berangkat pagi sekitar jam 9an untuk meeting dengan seorang klien di daerah Cempaka Mas. Demi menyalurkan hobi lama, saya mengendarai scooter Vespa produksi tahun 1980 yang baru saja diambil dari bengkel setelah selesai direparasi & turun mesin.

Ketika perjalanan baru mencapai daerah Cawang, tiba-tiba saya disalip sebuah motor patroli BM dan diberhentikan dengan lambaian tangan mesra khas seorang perwira.

Pikiran saya langsung melayang tinggi ke angkasa dan hampir menyentuh langit ketujuh.. Gubrakk..

What's wrong with me Sir..??

Akhirnya saya mengalah dan menepikan my yellow vespa.

Dengan santai dan santun, Pak Polisi tersebut langsung bertanya tanpa basa-basi:
"SIM & STNK mana..?"

Keringat dingin mulai deras berjatuhan karena langsung teringat dosa-dosa Vespa yang sedang saya kendarai ini. Saya baru ingat kalau plat nomor vespa yang sedang saya kendarai sudah expired masa berlakunya. Saya pun langsung menyerahkan selembar STNK lusuh dari dalam sebuah dompet mewah.

"Kamu tau salah kamu apa..?" kata Pak Polisi yang nampaknya senang mendapatkan barang bukti berharga senilai milyaran rupiah.

"Iya Pak.. STNK saya mati & ngga punya SIM"

"Ngga cuma itu..!!" dengan nada meninggi Polisi ini mulai berani membentak.

Dengan senang hati dia membeberkan kesalahan saya satu persatu sambil membolak-balik STNK kadaluarsa itu.

"Saya kasih tau ya.. Kesalahan kamu itu ada 4 (empat):"

  1. Mengendarai motor tanpa SIM
  2. STNK mati
  3. Pajak motor 2 (dua) tahun belum dibayar
  4. Warna motor ngga sama dengan yang tertulis di STNK, warna Vespa kuning tapi yang tertulis di STNK warna biru.

"Wah.. Banyak juga yah kesalahannya..??" kata saya tertegun dalam hati.

"Ini motor saya bawa ke kantor aja ya..?" tanya Pak Polisi.

"Jangan donk Pak.. Ntar saya naek apaan..?" saya mulai menunjukkan wajah teraniaya layaknya seorang jagoan yang lagi dibantai penjahat kejam.

"Ya naek angkot aja..!!" sambil menunjuk angkot biru yang kebetulan lewat.

"Tolong dibantu aja deh Pak.. Saya lagi buru-buru nih.. Lagi di tunggu SBY.." ngomong saya mulai ngelantur biar bisa lolos jeratan hukum jalanan.

"Ya udah.. Serahin ke saya duit seratus ribu.. Nanti kamu langsung saya bebasin.."

"Yah.. Saya cuma bisa bayar 20rebu Pak.. Sisanya buat beli solar Vespa satu tengki.." jurus gombal gembel mulai saya keluarin.

"Kamu jangan boong yah..!!" Polisi itu membentak saya sambil mengambil kunci motor yang masih tergantung.

Akhirnya saya mulai menaikkan harga penawaran, karena saya takut kalau Vespa ini benar-benar akan dibawa & dijual polisi.
"50 rebu ya pak..?? Saya ngga punya duit cash lagi nih.."

"Ya udah.. Mana duitnya..?"

Setelah menyerahkan mahar sejumlah 50 (lima puluh) rebu rupiah, akhirnya saya bisa bebas dari jeratan hukum karena melanggar 4 (empat) pasal berlapis.

Klo dihitung-hitung, harga sebuah kesalahan yang saya lakukan nilainya berkisar antara 10.000 sampai 12.500 rupiah.

Hmmm... Cukup murah untuk sebuah transaksi kesalahan fatal di Kota yang serba mahal.

Cerita di atas bukan untuk ditiru yah.. apalagi dicobain..!!

"I'm still a bad guy in a bad world.."

Saturday, March 7, 2009

Dilema pilihan politik

0comments
Pada pemilu tahun ini, kakak sulung saya yang tinggal di Cirebon turut serta berpartisipasi menyemarakkan pesta demokrasi sebagai seorang caleg dari sebuah partai baru. Partai yang iklannya pasti tayang tiap jam & selalu mengganggu konsentrasi ibu-ibu yang lagi serius-seriusnya nonton sinetron atau infotainment.
Pasti anda sudah tau partai apakah itu..

Sejak awal pencalonan, memang saya kurang setuju mengenai pilihan kakak saya terhadap partai tersebut. Hal ini dikarenakan pandangan politik saya yang sedikit berbeda dengan beliau. Memang ini sebuah dilema, di satu sisi saya mendukung penuh pencalonannya sebagai seorang caleg, di sisi lain saya sudah memiliki pilihan terhadap partai politik yang lain.

Dari hasil survey & analisa sementara perolehan suara hingga saat ini, peluang pencalonan beliau sudah mencapai 80% kepastian lolos sebagai anggota legislatif Kabupaten Cirebon. Hal ini dikarenakan berbagai faktor eksternal dan internal yang sangat menguntungkan posisinya sebagai seorang caleg.

I just wanna say: I'll support you, not your party..
How it can be..? It's a dilemma..